Toni adalah seorang pedagang kaya yang terkenal sangat pelit,
meninggal dunia dan mendapati dirinya berdiri di depan pintu surga.

“Kamu tidak bisa masuk ke dalam surga sebelum
memberitahukan kebaikanmu, “kata malaikat penjaga pintu surga”.

“Seminggu yang lalu, saya memberi uang kepada seorang pengemis”,  kata Toni.
“Berapa ?”, tanya malaikat.
“Cepek (Rp. 100)”, jawab Toni.

“Coba dicek,” pinta malaikat kepada asistennya.
Si asisten mengecek catatannya dan mengangguk, “Benar, ada catatannya”.

“Cuma itu kebaikanmu?”, tanya malaikat kepada Toni.

Ia berusaha mengingat-ingat kebaikannya yang lain.
Akhirnya ia teringat juga dan berseru, “Oh ya, saya ingat. Sekitar lima tahun lalu, saya memberi uang kepada seorang pengamen”.

“Berapa?”, tanya malaikat.

“Sama, seratus rupiah”.

Malaikat meminta asistennya untuk mengeceknya. Siasisten mengangguk setelah mengeceknya.

“Jadi bagaimana? Apa yang mesti kita lakukan?”, tanya malaikat kepada asistennya.

Jawab sang asisten : “Bagaimana kalau kita kembalikan uangnya yang Rp. 200 dan kita suruh ia pergi ke neraka ?.”(anonymous)